Pada tanggal 3 April 2016, bertempat di Ruang Sidang Lama Fakultas Pertanian UMP telah dilaksanakan kegiatan pelatihan kewirausaaan agribisnis yang diperuntukkan bagi Kelompok Remaja Putri Nasyiatul ‘Aisyiyah di Kabupaten Banyumas. Nasyiatul ‘Aisyiyah adalah sebuah organisasi otonom Muhammadiyah. Nasyiatul ‘Aisyiyah merupakan gerakan putri Islam yang bergerak di bidang keagamaan, kemasyarakatan dan keperempuanan yang memiliki tujuan terbentuknya pribadi putri Islam yang berarti bagi agama, bangsa dan negara menuju terwujudnya masyarakat yang sebenar-benarnya.

Pujiati Utami, SP., MP dan Watemin SP., MP selaku dosen Agribisnis yang merupakan tim pelaksana kegiatan ini mengemukakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dengan latar belakang bahwa organisasi keputrian Nasyiatul ‘Aiyiyah yang beranggotakan remaja putri dan ibu muda dengan kisaran usia 20-40 tahun, mayoritas tidak memiliki pekerjaan tetap dan penghasilan tetap, sehingga belum mandiri secara ekonomi, dan masih bergantung pada kepala keluarga (suami atau orang tua). Karena belum memiliki pekerjaan tetap, maka ada alokasi waktu luang yang sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk berpenghasilan dengan cara berwirausaha. Hanya saja, motivasi, pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan dalam berwirausaha masih sangat terbatas, sehingga diperlukan adanya wadah untuk meningkatkan motivasi, pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan dalam berwirausaha, khususnya kewirausahaan agribisnis berbahan baku singkong atau ubikayu.

Dari rencana awal yang hanya mengikutsertakan 2 kelompok Nasyiatul ‘Aisyiyah atau 2 kecamatan, pada saat pelaksanaan kegiatan diikuti oleh 10 kelompok Nasyiatul Aisyiyah yang berasal dari 10  kecamatan, yaitu Purwokerto Barat, Purwokerto Timur, Pekuncen, Ajibarang, Wangon, Jatilawang, Rawalo, Kebasen, Patikraja dan Kemranjen. Secara keseluruhan kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang merupakan perwakilan dari Pimpinan Cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah se-Kabupaten Banyumas.

Kegiatan ini merupakan transfer ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menggunakan beberapa ragam metode, yaitu ceramah, diskusi, pelatihan, kunjungan usaha dan pendampingan. Pada pertemuan pertama yang dilaksanakan pada hari Ahad 3 April 2016, acara dibuka secara langsung oleh Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah Kabupaten Banyumas. Dalam sambutannya, Ibu Indiyani yang merupakan Ketua Bidang Pemberdayaan Ekonomi Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah Kabupaten Banyumas menyatakan bahwa anggota Nasyiatul ‘Aisyiyah harus berdaya secara ekonomi, sehingga dapat membantu perekonomian keluarga, asalkan tidak melupakan peran dan kodrat perempuan sebagai seorang istri bagi suaminya atau ibu bagi putra-putrinya. Materi pertama disampaikan oleh Bapak Watemin, SP., MP yang merupakan dosen Fakultas Pertanian UMP adalah tentang peluang bisnis olahan singkong. Materi ini menjelaskan beberapa langkah yang dapat ditempuh oleh seorang pelaku bisnis yang baru pada saat akan memulai usahanya.

Pada pertemuan kedua, hari Ahad 10 April 2016, kegiatan pelatihan dilakukan dengan metode ceramah penanganan pasca panen singkong dan praktek pembuatan beberapa olahan singkong serta pengemasan olahan singkong yang dipandu oleh Ibu Pujiati Utami SP., MP, salah satu dosen pada Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian UMP. Penanganan pasca panen pada komoditas pertanian, khususnya singkong, menjadi hal yang sangat penting, selain untuk meminimalkan sifat produk pertanian yang tidak awet dan mudah rusak, dengan adanya penanganan pasca panen dapat meningkatkan nilai tambah dari produk pertanian tersebut, sehingga harga jual produk pertanian yang telah diolah dapat meningkat. Dibantu oleh tiga mahasiswa Fakultas Pertanian UMP, pada pertemuan yang kedua ini telah mempraktekkan beberapa olahan singkong, yaitu ceriping atau keripik singkong, kroket singkong dan kue lapis singkong. Peserta pelatihan sangat antusias mengikuti kegiatan praktek pengolahan singkong.

Pada pertemuan yang ketiga, hari Ahad 17 April 2016, sesi pertama membahas pemasaran dan promosi produk olahan singkong, yang disampaikan oleh Bapak Yusuf Enril Fathurrohman, SP, MSc. Strategi pemasaran yang unik dan kreatif menjadi point penting dalam memasarkan suatu produk produk. Kegiatan pemasaran dapat dilakukan melalui komunitas (pengajian atau majelis taklim, organisasi), pameran produk makanan/minuman, car free day, fasilitas media social (facebook, blackberry massanger, whatsapp, instagram, dan lain-lain), atau melalui reseller.

 

Sesi kedua tentang perijinan usaha kecil dan mikro, disampaikan oleh Bapak Indra Basuki, yang merupakan staff fungsional Bidang Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Banyumas. Berdasarkan PERPRES No. 98/2014, tujuan dilaksanakannya perijinan usaha mikro dan kecil adalah untuk mendapatkan kepastian dan perlindungan dalam berusaha dilokasi yang telah ditetapkan; mendapatkan pendampingan untuk pengembangan usaha;  mendapatkan kemudahan dalam akses pembiayaan ke lembaga keuangan bank dan non-bank; dan mendapatkan kemudahan dalam pemberdayaan dari pemerintah, pemerintah daerah dan/atau lembaga lainnya.