Pemanfaatan pestisida kimiawi pada awalnya bertujuan untuk meningkatkan hasil produksi pertanian dengan cara membasmi hama penyebab gagal panen. Namun seiring berjalanya waktu penggunaan pestisida kimia memiliki berbagai dampak yang tiidak bersahabat. Dampak yang dirasakan terutama adalah timbulnya hama yang resisten terhadap pestisida.

Hal tersebut berdampak terhadap penambahan dosis pestisida kimiawi. Semakin banyak pestisida kimiawi yang digunakan, maka residu berbahaya dalam komoditas yang terpapar pestisida akan semakin tinggi. Melihat fakta yang ada maka perlu diadakanya kegiatan pemaparan dan penyuluhan mengenai pentingnya pestisida alami dan pemanfaatan tanaman refugia sebagai pestisida alami serta dampaknya kepada lingkungan. 

Acara ini diselenggarakan oleh Lembaga Penelutian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMP dan di laksanakan di aula pertemuan Badan Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan Ketahanan Pangan (Bapeluh KP) di jalan gatot subroto Purwokerto pada hari Kamis, 15 Desember 2016. Ada 3 Pembicara yang mengisi pada acara ini yaitu Dr. Ahadiyat Yugi Rahayu dari Agroteknologi Unsoed, Prof. Dr. Imam Santosa dari FISIP Unsoed dan yang utama adalah Ir. Dumasari Lumongga M.S. dari Program Studi AGRIBISNIS Fakultas Pertanian UMP. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah para penyuluh pertanian di kabupaten banyumas. Diharapkan dengan adanya acara ini, penyuluh dapat memberikan informasi kepada para petani mengenai pentingnya pestisida alami dan pemanfaatan refugia sebagai pestisida alami. (APS)